SURABAYA – Pemberdayaan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur menjajaki kolaborasi strategis dengan LAZNAS Yatim Mandiri untuk memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Pertemuan dihadiri Ketua Komisi PDUF MUI Jatim KH. Miftah Jauhari, S.E., Sekretaris Moch. Rizzqi Aladib, serta Wakil Ketua M. Syafii. Dari LAZNAS Yatim Mandiri hadir Direktur Utama Ust. Sugeng Riyadi, S.E., M.Si., Direktur Operasional H. Nur Hasan Mustofa, S.Ag., Direktur Program Ainul Mahbub, S.HI., serta Manager Marketing Communication Muhammad Zdulfikri.
Kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi jangka pendek maupun program berkelanjutan, salah satunya kolaborasi menyambut Ramadan 1448 Hijriah. Momentum Ramadan dinilai strategis untuk memperkuat syiar dan edukasi pentingnya menunaikan zakat serta optimalisasi filantropi Islam.
Selain agenda Ramadan, pembahasan meliputi optimalisasi dan pengelolaan aset wakaf agar lebih produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan, serta program asuransi jiwa bagi tenaga sosial non-upah sebagai bentuk perlindungan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, kedua pihak membahas pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM Bunda Yatim untuk meningkatkan kepastian aspek halal dan daya saing produk.
Ketua Komisi PDUF MUI Jatim KH. Miftah Jauhari menyampaikan kolaborasi tersebut merupakan langkah memperluas kemanfaatan dana umat melalui program konkret dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang konkret, baik untuk program jangka pendek maupun jangka panjang. Potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat disinergikan agar semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar KH. Miftah.
Direktur Utama Yatim Mandiri Ust. Sugeng Riyadi menyambut baik penjajakan kolaborasi tersebut.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Banyak potensi yang bisa kita sinergikan, baik dalam syiar ZISWAF, pemberdayaan, maupun program-program sosial lainnya. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Sugeng.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan bentuk kolaborasi konkret, termasuk program prioritas, mekanisme pelaksanaan, dan pembagian peran masing-masing pihak.
Teks: Agil
Editor: William


