SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur resmi memulai rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Mengangkat tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, peluncuran ini dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, di Gedung De Javasche Bank, Surabaya, Kamis (19/2).
Langkah ini merupakan komitmen Bank Indonesia untuk menjamin ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) serta keandalan sistem pembayaran bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Penyediaan Uang Meningkat
Direktur Eksekutif BI Jatim, Ibrahim, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan ULE sebesar Rp24,6 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,6% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp23,3 triliun.
“Antisipasi kenaikan ini mempertimbangkan lonjakan mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga selama momentum RAFI (Ramadan dan Idulfitri),” ujar Ibrahim.
Jadwal dan Lokasi Penukaran
Masyarakat dapat mengakses layanan penukaran uang mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026 melalui beberapa kanal resmi:
• Mobil Kas Keliling (19 Feb – 13 Maret): Tersedia di titik strategis seperti rumah ibadah, pusat keramaian, dan jalur mudik.
• Jaringan Perbankan (24 Feb – 15 Maret): Tersedia di 240 titik penukaran pada kantor bank yang tersebar di 38 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur.
• Layanan Terpusat (Surabaya):
• 7 Maret 2026: Ciputra World (New Life Ballroom).
• 8 Maret 2026: Grand City Convention and Exhibition (Ballroom Lt. 4).
Untuk ketertiban, masyarakat diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR Bank Indonesia.
Dorong Non-Tunai dan Belanja Bijak
Selain menyiapkan uang fisik, Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi melalui penggunaan QRIS, BI-FAST, dan digital banking demi transaksi yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH).
Ibrahim juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku Belanja Bijak dengan tidak berlebihan dan mengutamakan produk dalam negeri. Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap uang palsu dengan prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta menumbuhkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Melalui sinergi dengan perbankan, Bank Indonesia berharap stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tetap solid di tengah momentum hari raya.
Editor: William


