SURABAYA – Wakil Ketua DPD LDII Kota Surabaya, KH Nur Kholis, mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat tali silaturahmi dan menjaga toleransi dalam menyambut hari raya Idul Fitri 1447 H. Pesan ini disampaikan di sela kegiatan pembagian santunan bagi anak yatim yang digelar bersama unsur “Tiga Pilar” menjelang lebaran.
KH Nur Kholis menekankan pentingnya sikap saling menghormati, terutama jika terjadi perbedaan penetapan hari salat Idul Fitri di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa LDII secara konsisten mengikuti keputusan pemerintah, namun tetap menghargai keberagaman keyakinan.
“Kalau ada dari saudara kita yang berbeda hari ketika salat, itu sudah warna di dalam agama. Kita tidak usah mempermasalahkan itu, justru itulah yang membuat kita semakin rukun,” ujar Nur Kholis dalam jumpa pers Sabtu (28/2) di Gedung LDII Surabaya.
Menurutnya, perbedaan dalam praktik ibadah sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan tidak semestinya menjadi pemicu perpecahan. Ia mengingatkan bahwa inti dari ketakwaan berada di dalam hati setiap individu.
“Mesti ada perbedaan, mulai zaman Nabi dulu sudah ada. Ini tidak ada permasalahan, keyakinan kita masing-masing. Kata Nabi, taqwa hahuna, takwa itu di dalam sini (hati). Tidak perlu diperselisihkan,” imbuhnya.
Melalui momentum lebaran ini, LDII Surabaya berharap semangat toleransi yang tinggi dapat terus dipegang teguh oleh masyarakat demi terciptanya suasana yang kondusif dan harmonis di Kota Surabaya.
Penulis: Bagus
Editor: Lilicya


