Tiga Bidang Ilmu UNAIR Tembus Peringkat Dunia

SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperkokoh posisinya di kancah internasional. Berdasarkan rilis QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 yang diumumkan Kamis (26/3/2026), UNAIR berhasil menempatkan tiga bidang ilmu di peringkat pertama nasional sekaligus bersaing di jajaran elit dunia.

Ketiga bidang ilmu yang sukses menjadi nomor satu di Indonesia tersebut adalah Veterinary Science (Kedokteran Hewan) dan Dentistry (Kedokteran Gigi) yang keduanya menduduki peringkat 51–100 dunia, serta Pharmacy & Pharmacology (Farmasi) di peringkat 251–300 dunia.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Surabaya Optimalkan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026

Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun reputasi global.

“Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan konsistensi UNAIR dalam membangun reputasi global dan menghasilkan riset berdampak. Kami terus mendorong publikasi bereputasi, kolaborasi internasional, inovasi, serta peningkatan kualitas lulusan,” ujar Prof. Madyan dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3).

Selain tiga bidang unggulan tersebut, UNAIR menunjukkan performa kuat yang merata. Dari 20 bidang ilmu yang dievaluasi, 16 di antaranya berhasil menembus Top 500 dunia. Pada level nasional, bidang Medicine, Chemistry, Accounting & Finance, Economics, serta Law berhasil menempati peringkat kedua. Sementara itu, tujuh bidang ilmu lainnya seperti Mathematics dan Sociology berada di peringkat ketiga nasional.

Baca Juga:  Posko BKKBN Jatim di Jalur Mudik,  Ada Layanan KB dan Cek Kesehatan Gratis

Pada kategori klaster keilmuan besar (broad subject), UNAIR juga mencatatkan konsistensi tinggi. Bidang Life Sciences & Medicine menempati peringkat 2 nasional, disusul Social Sciences & Management di posisi 3 nasional, serta Arts & Humanities di peringkat 4 nasional.

Metodologi pemeringkatan QS WUR didasarkan pada beberapa indikator utama, yaitu reputasi akademik, reputasi pemberi kerja (employer reputation), sitasi per karya ilmiah, serta H-index. Khusus untuk rumpun ilmu besar, jejaring riset internasional (International Research Network) juga menjadi faktor penilaian.

Baca Juga:  Unusa Lantik Prof Bus Jadi Dekan FK, Fokus Akselerasi Riset

Dengan capaian gemilang ini, UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi pada pengembangan riset multidisipliner dan memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Editor: William