SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperingati Hari Puisi Nasional ke-77 dengan menggelar rangkaian acara sastra di Ruang Theater Lantai 2 Kampus C Unusa, Selasa (28/4) siang. Acara ini diisi dengan kuliah pakar, parade pembacaan puisi, serta peluncuran buku kumpulan puisi karya salah satu dosen.
Mengusung tema “Puisi sebagai Sarana Berpikir Kritis dan Reflektif”, kegiatan ini merupakan upaya Unusa memperkuat budaya literasi dan mendekatkan mahasiswa pada dunia sastra. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta sejumlah tokoh sastra ternama Jawa Timur.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku puisi berjudul Belajar Mencintai-Mu karya Dr. Suharmono Kasiyun, dosen FKIP Unusa. Buku ini merangkum refleksi mendalam mengenai dimensi cinta secara personal, sosial, hingga spiritual.
Dekan FKIP Unusa, Dr. Nafiah, menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menghadirkan ruang literasi yang hidup di lingkungan kampus. Menurutnya, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan media untuk mengasah kepekaan dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan secara lebih mendalam. Peluncuran buku karya dosen ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa budaya berkarya harus terus tumbuh di lingkungan akademik,” ujar Dr. Nafiah.
Peringatan Hari Puisi Nasional yang jatuh setiap 28 April bertepatan dengan momen wafatnya penyair legendaris Chairil Anwar. Selain diskusi literasi, acara juga diramaikan dengan parade pembacaan puisi oleh para sastrawan Jawa Timur seperti Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, dan Riadi Ngasiran, bersama mahasiswa FKIP Unusa.
Melalui momentum ini, Unusa kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan seni dan nilai kemanusiaan guna mendukung pembangunan peradaban.
Editor: William


