Semangat Persaudaraan, Kemenag Jatim Sambut 57 Bhikkhu di Rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026

SIDOARJO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) menyambut rombongan Bhikkhu dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026 dengan suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas agama di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Kamis (14/5).

Hadir pada kegiatan ini, Pembimbing Masyarakat Buddha, Ketut Panji Budiawan beserta para Kepala Bidang Kanwil Kemenag Jawa Timur, para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, pendamping serta sekitar 300 umat Buddha dari Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Syaikhul Hadi yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan jalan damai tersebut. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Indonesia Walk for Peace merupakan simbol nyata pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Atas nama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Bhikkhu Sangha beserta seluruh pendamping. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung antar sesama,” ujarnya.

Baca Juga:  Harlah Forkom Jurnalis Nahdliyin ke-6, PDUF MUI Jatim Apresiasi Peran Pemberitaan Edukatif

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, kegiatan seperti Indonesia Walk for Peace dinilai sangat relevan dalam mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya.

“Selamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa kedamaian dan harmoni bagi sesama,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 terdiri dari peserta dengan rentang usia yang beragam, mulai dari peserta termuda berusia 23 tahun hingga peserta tertua berusia 67 tahun.

Perjalanan damai tersebut dipimpin langsung oleh Bhante Prakari dari Thailand. Meski memiliki postur tubuh kecil, semangat dan keteguhannya menjadi inspirasi bagi seluruh peserta selama perjalanan berlangsung.

Baca Juga:  Halal Bihalal PDUF MUI Jatim Pererat Sinergi

Irwan Pontoh juga menjelaskan bahwa jalur timur yang dilalui merupakan jalur terpanjang dengan waktu tempuh selama 11 hari melintasi berbagai kabupaten dan kota. Para Bhante diketahui telah tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 dan perjalanan akan berakhir di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Perayaan Waisak Nasional.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya milik umat Buddha semata, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Indonesia. Dukungan datang dari berbagai komunitas lintas agama, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai suku dan latar belakang yang turut berjalan bersama dalam semangat perdamaian.

“Perayaan Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan saja, tetapi milik kita semua. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat Indonesia yang damai dan harmonis,” ungkapnya.

Baca Juga:  Warga Bersyukur Ikuti Donor Darah di LAZ Raudlatul Jannah Sidoarjo

Sementara itu, salah satu dari 57 Bhikkhu yang mengikuti perjalanan, Bhikkhu Beng An asal Malaysia, mengungkapkan rasa harunya atas sambutan hangat masyarakat Indonesia sepanjang perjalanan.

“Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,” tuturnya.

Perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan bentuk dedikasi spiritual yang membawa pesan universal tentang kedamaian, harmoni, dan persaudaraan antarumat manusia. Kehadiran para bhikkhu tersebut juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat di sepanjang rute yang dilalui.

Setelah dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, para Bhikkhu dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Masjid Al Akbar Surabaya pada pukul 15.00 WIB dan bermalam di Buddhayana Dharmawira Centre (BDC) Surabaya.

Editor: William