Smamda Surabaya Wisuda Purna Siswa ke-49, Lulusan Siap Jadi Penggerak Dakwah

SURABAYA – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49 di Tower Smamda, Pucang, Surabaya, Sabtu (23/5). Sebanyak 395 lulusan resmi dilepas dalam acara yang menandai akhir dari seluruh rangkaian prosesi akademik di sekolah tersebut.

Kepala Smamda Surabaya, Ustaz Muklasin, menegaskan bahwa wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi para alumni untuk menjadi bagian dari masyarakat pembelajar. Ia mengingatkan para lulusan agar tidak lengah dalam menghadapi perkembangan zaman.

Baca Juga:  Mendikdasmen dan Khofifah Lepas 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP ke Luar Negeri

“Momen wisuda ini adalah momen pembuka kalian. Ayo bangun, sudah waktunya mandiri untuk menatap hidup selanjutnya,” ujar Ustaz Muklasin dalam sambutannya, Sabtu (23/5).

Ustaz Muklasin menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan. Pertama yakni Memegang Teguh Nilai Agama. Menjadikan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi hidup serta menjadi penggerak dakwah di lingkungan masyarakat maupun kerja. Kemudian Menjaga Akhlak dan Integritas. Menekankan pentingnya tanggung jawab dan kemampuan menjalankan amanah di samping kecerdasan intelektual.

Baca Juga:  UNUSA Buka Jalur Prestasi Kepramukaan

“Terus belajar dan tidak malas agar tidak tergilas oleh perkembangan dunia.

Selain melepas ratusan siswa, Smamda Surabaya juga memberikan penghargaan khusus ke siswa yang aktif dan berprestasi di bidang ekstrakurikuler pilihan (favorit).

Rasa syukur dan bangga turut diungkapkan oleh para lulusan terbaik. Aurelia Amirah (18) mengaku bahagia dapat menyelesaikan studinya dan bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

“Alhamdulillah senang banget. Lanjut kuliah di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” kata Aurelia.

Baca Juga:  SMA Al Muslim Simulasikan Sidang Internasional dalam AMYGI 2026

Kesan mendalam juga dirasakan oleh lulusan terbaik lainnya, Amirah Quinn. Ia mengapresiasi dedikasi para guru yang telah mendidik mereka hingga lulus.

“Terutama guru ustazahnya ya, sangat berkesan dan mendidik kami sampai kami bisa seperti ini. Insya Allah kalau saya masuk Unair (Universitas Airlangga),” pungkas Amirah.

Editor: Lilicya