Lesbumi Jatim Sayangkan Gen Z Tak Kenal Utuh Perjuangan Kiai dan Ulama

SURABAYA — Peranan ulama dan kiai pesantren dalam menegakkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dinilai masih kurang mendapat perhatian, sehingga generasi Z (Gen-Z) saat ini tidak mengenal sejarah perjuangan tersebut secara utuh.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Riadi Ngasiran, dalam diskusi bersama 41 mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam Kajian Poskolonial UIN KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember di Surabaya, Sabtu (6/6).

Baca Juga:  ARTOTEL Surabaya Gelar Pameran Seni Rupa Fraktal

“Sayang fakta perjuangan para ulama dan kiai pesantren dianggap sepi. Bahkan, generasi Z tidak mengenal secara utuh perjuangan tersebut,” ujar Riadi.

Dalam acara yang dibimbing oleh dosen Kautsar Pratama tersebut, Riadi menekankan pentingnya penanaman kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Ia mengingatkan kembali pesan pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan sikap saling menolong.

Baca Juga:  Terima Kunjungan DPRD, PCNU Surabaya Usulkan Nama Jalan Tokoh Pendiri NU

Lebih lanjut, tim penulis Sejarah Satu Abad NU itu menjabarkan rekam jejak diplomasi global NU dalam melawan antikolonialisme sejak zaman Hindia Belanda hingga masa kemerdekaan. Beberapa momentum sejarah yang diangkat antara lain Komite Hijaz, diplomasi era Jepang, hingga pelaksanaan Konferensi Islam Asia Afrika di Bandung pada tahun 1965 yang digagas oleh KH Achmad Sjaichu dan KH Idham Chalid.

Tidak hanya di masa lalu, Riadi juga menjelaskan kontribusi NU dalam menjaga perdamaian modern. Salah satunya melalui kepemimpinan KH Hasyim Muzadi yang konsisten menolak terorisme dan mengampanyekan Islam antikekerasan di kancah dunia lewat forum International Conference of Islamic Scholars (ICIS) pada periode 2009 hingga 2014.

Baca Juga:  Masjid Award Jatim 2026, DMI: Maksimalkan Pelayanan ke Jemaah

Editor: Lilicya