Dosen UNESA Latih Guru SMKN 10 Surabaya Manfaatkan AI untuk Pembelajaran dan Penilaian

SURABAYA – Tim dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi S1 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran dan Penilaian Tugas untuk Mendukung Kinerja Guru SMKN 10 Surabaya”.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 10 Surabaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas proses belajar-mengajar di era digital, sekaligus mempertemukan akademisi dengan praktisi pendidikan di lapangan.

Pelatihan tidak hanya fokus pada pengenalan AI, tetapi juga diintegrasikan dengan praktik penyusunan soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan soal TKA (Tes Kemampuan Akademik). Dengan demikian guru diharapkan mampu langsung menerapkan AI dalam membuat instrumen penilaian yang berkualitas dan sesuai kurikulum.

Baca Juga:  Harganas ke-33,  Begini Semarak Kreasi Ayah dan Buah Hati

Kegiatan ini diketuai Muhammad Sonhaji Akbar S.Pd.,M.Kom. Sebagai koordinator pelaksana, Ramadhan Cakra Wibawa, S.Pd., M.Kom. mengoordinasikan tim dan alur kegiatan. Ersha Aisyah Elfaiz, S.Si., M.T.I. menangani pengelolaan keuangan, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, S.Kom., M.Kom. mengurus logistik, dan Dr. Atan Pramana, M.Pd. bertanggung jawab pada publikasi.

Dua mahasiswa PTI UNESA, Raka Tegar Wicaksono dan Rakha Adyatma Ramadhan, turut terlibat sebagai bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Raka juga menjadi pemateri yang mendemonstrasikan penggunaan platform berbasis AI, Kinantiku.com, untuk membuat soal, mengelola kelas, hingga menilai pembelajaran. Sementara Dr. Atan Pramana memaparkan strategi penyusunan soal HOTS.

Baca Juga:  MPLS Ramah di Santa Maria, Ribuan Siswa Ikuti Prosesi Tanam Pohon Serviam

Kepala SMKN 10 Surabaya, Imam Soetopo, S.Pd., M.M., menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan siap bersinergi berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi digital guru. Dukungan teknis juga diberikan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum, Zaima Faiza Hakim, M.Pd., dan Nurkholis, S.Pd., M.H.I., M.Th.I.

Berdasarkan survei terhadap 64 guru peserta, 64 persen atau 41 guru menyatakan tidak mengalami kendala selama pelatihan dan penggunaan Kinantiku.com. Sekitar 22 persen atau 14 guru memberikan saran pengembangan, seperti penambahan fitur soal berbasis gambar, video, dan analisis butir soal. Sisanya menyampaikan kendala teknis minor seperti kesulitan login dan tampilan situs.

Baca Juga:  SD Muhlas Sukses Gelar MPLS Ramah Anak, Bekali Siswa Simulasi Bencana hingga Aksi Tanam Pohon

Secara keseluruhan, lebih dari 85 persen peserta menyatakan puas. Guru berharap sistem Kinantiku.com terus dikembangkan dengan fitur lebih fleksibel sesuai jurusan SMK, tutorial penggunaan, peningkatan keamanan, dan harga berlangganan yang terjangkau.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital di lingkungan pendidikan vokasi, untuk mendukung kinerja guru SMK yang adaptif terhadap teknologi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran berbasis kompetensi.

Teks: Bagus
Editor: William