Aurora Ventures Resmi Diluncurkan untuk Startup Founder Perempuan

JAKARTAPerkembangan ekosistem startup di berbagai negara berkembang menunjukkan pertumbuhan signifikan, namun founder perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendanaan setara. Menjawab ketimpangan ini, Aurora Ventures resmi diluncurkan sebagai program investasi tahap awal yang berfokus mendukung founder perempuan di pasar berkembang (emerging markets).

Program strategis ini didukung penuh oleh inDrive, platform mobility dan delivery global berstatus unicorn yang memiliki basis kuat di berbagai wilayah operasional Aurora Ventures. Peluncuran resmi ini menyusul kesuksesan ajang Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile, yang tahun ini memecahkan rekor dengan menjaring lebih dari 3.400 pendaftar dari seluruh dunia.

Baca Juga:  BI Luncurkan GPIPS Nasional 2026, Strategi Kendalikan Inflasi

“Dukungan terhadap Aurora Ventures sejalan dengan komitmen inDrive dalam mendorong akses dan kesempatan yang lebih adil bagi semua pihak, termasuk para founder perempuan di emerging markets,” ujar Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia dalam siaran pers Senin (8/6).

Ia menambahkan bahwa inDrive melihat semangat juang yang sama pada para founder perempuan dalam menghadapi tantangan industri, sehingga inisiatif ini menjadi peluang besar yang krusial untuk didukung.

Berdasarkan data lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award, kesenjangan akses modal masih sangat tinggi bagi perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah & Afrika Utara, Afrika, dan Amerika Latin. Riset terbaru Aurora terhadap 900 founder di 127 negara mengungkap bahwa founder perempuan kerap menghadapi competence scepticism (keraguan atas kemampuan) dan tuntutan indikator bisnis yang lebih tinggi, membuat bisnis mereka sering kali dinilai terlalu rendah (undervalued) oleh investor tradisional.

Baca Juga:  PDUF MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri

Sebagai solusi konkret, Aurora Ventures siap mengucurkan investasi sebesar US$180 ribu hingga US$250 ribu (sekitar Rp2,9 miliar hingga Rp4 miliar) per startup pada tahap pengembangan awal (early stage) dan pendanaan awal (seed funding). Tidak hanya modal finansial, program ini juga menyediakan akses jaringan global, mentoring, serta dukungan operasional.

Pada penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026, sepuluh founder perempuan dari berbagai negara berhasil menembus jajaran finalis terbaik. Mereka adalah Adeola Ayoola-Famasi (Nigeria), Adriana Gonzalez-Tizo (Panama), Angela Acosta-Morado (Kolombia), Catalina Isaza (Kolombia), Estefania Abello (Kolombia), Maria Kawas (Chile), Mariana Zuliani (Brasil), Mercedes Bidart (Kolombia), Patricia Florencia (Meksiko), dan Penny Musengi (Kenya).

Baca Juga:  Innovation Gateway 2026 PLN UIT JBM Cetak Inovasi Unggulan, Dorong Transformasi Kelistrikan Berbasis Teknologi

Program pilot Aurora Ventures 2026 akan difokuskan pada pembangunan portofolio awal startup. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi program menuju struktur pendanaan modal ventura (venture capital) yang lebih besar di masa depan.

Teks: Bagus
Editor: Bernadheta