SURABAYA – Emerald Education Centre kembali menggelar Grand Final Nasional Olimpiade Nasional (OMNAS) 15 untuk tahun ajaran 2025–2026. Ajang kompetisi skala nasional yang melombakan mata pelajaran Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris ini berlangsung di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus Lidah Wetan, Surabaya.
Ketua Pelaksana OMNAS 15, Arif Mustofa, menjelaskan bahwa babak grand final nasional ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi ketat tiga tahap. Proses penyaringan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan ke final provinsi di masing-masing daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, hingga akhirnya para peraih medali provinsi berkumpul di babak final nasional.
“Tahun ini jumlah finalis yang berhasil masuk ke babak nasional mencapai 5.050 peserta dari sekitar 14 provinsi di Indonesia. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan sekitar 4.500 finalis,” ujar Mustofa saat diwawancarai di lokasi acara.

Mustofa menambahkan, kuota medali yang diperebutkan di tingkat provinsi mencakup 20 emas, 30 perak, dan 50 perunggu, dengan kebijakan kuota yang disesuaikan berdasarkan animo peserta di tiap daerah. OMNAS sendiri membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs tanpa membatasi kemampuan awal mereka.
Pendaftaran pun dapat dilakukan secara mandiri maupun kolektif melalui lembaga sekolah. Dari tiga bidang yang dilombakan, Matematika dan Bahasa Inggris menjadi kategori dengan jumlah peserta tertinggi.
Ajang tahun ini memperebutkan berbagai hadiah prestisius. Kategori Best Collaboration atau Juara Umum, yang mewajibkan peserta mengikuti 2 hingga 3 mata pelajaran dengan akumulasi skor tertinggi, akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp25 juta.
“Selain itu, terdapat hadiah wisata edukasi ke luar negeri untuk kategori Best Score pada level 1 hingga 4, yang meliputi 3 tiket wisata ke Hongkong (Disneyland), serta total 12 tiket perjalanan lainnya ke Thailand, Singapura, dan Malaysia,” tegasnya.
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari penyelenggara, tetapi juga dari para peserta dan sekolah pendamping. Kirana, siswa kelas 6 SD Islam Al Falah Kediri yang mengikuti kompetisi Bahasa Inggris untuk ketiga kalinya, mengaku termotivasi untuk membahagiakan orang tua dan meraih cita-citanya menjadi arsitek yang bisa bepergian ke luar negeri. Sebelumnya, ia berhasil menyabet medali perunggu di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Semangat serupa ditunjukkan oleh Bilqis, siswa kelas 5 yang juga bertanding di kategori Bahasa Inggris dengan cita-cita menjadi psikolog. Pihak sekolah pendamping pun memberikan dukungan penuh terhadap talenta siswa.
Ulya, seorang wali kelas pendamping, menyatakan bahwa sekolah terus mendorong siswa mengikuti olimpiade. “Melalui program khusus seperti kursus dan ekstrakurikuler guna membangun keberanian serta memberikan pengalaman kompetisi di tingkat nasional,” sambungnya.
Melalui kompetisi yang telah menginjak tahun ke-15 ini, Emerald Education Centre berharap dapat terus menumbuhkan semangat belajar, melatih mental kompetitif, serta membangun daya saing yang kuat bagi generasi muda Indonesia di masa depan.
Teks & Foto: Bagus
Editor: William


