Inflasi Januari 3,55 Persen, Tertinggi sejak 2023

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 3,55 persen pada Januari 2025 (year on year/ yoy). Angka ini tertinggi sejak Mei 2023 yang sebesar 4,04 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengatakan inflasi tertinggi ada di Aceh sebesar 6,69 persen dan terendah terjadi di Lampung sebesar 1,90 persen.

“Tingkat inflasi tahunan Januari 2026 yang cukup tinggi disebabkan oleh basis pembanding yang relatif rendah (low base effect),” ujar Ateng dalam Konferensi Pers, Senin (2/2).

Baca Juga:  IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Setop Perdagangan Saham

Kelompok penyumbang inflasi tahun ke tahun pada periode Januari ini adalah Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil inflasi 1,72 persen.

“Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik, tarif air minum PAM, sewa rumah, dan bahan bakar rumah tangga,” jelasnya.

Khusus untuk tarif listrik disebutkan menjadi penyumbang inflasi karena pada tahun lalu, tepatnya di Januari-Februari 2025, PT PLN (Persero) memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Baca Juga:  Sinergi Empat Lembaga Keuangan: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33%, Optimisme Berlanjut di 2026

“Khusus tarif listrik, dorongan inflasinya disebabkan karena fenomena low base effect,” katanya.

Editor: William 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *