Kemendikdasmen Dorong Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Bukti di Asia Tenggara

JAKARTA-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berbasis bukti di kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen), Atip Latipulhayat, saat memberikan sambutan penutup dalam acara SEAMEO Centre Policy Research Network (CPRN) Summit 2026 di Jakarta pada Kamis (11/6).

Wamen Atip Latipulhayat menekankan bahwa tolok ukur kesuksesan dari pertemuan internasional ini tidak boleh berhenti di atas kertas atau sekadar dokumen rekomendasi. Keberhasilan sejati harus diukur dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan langsung oleh ekosistem pendidikan di lapangan.

Baca Juga:  Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

“Keberhasilan ini akan tercermin dalam kebijakan yang lebih responsif, program yang lebih efektif, kemitraan yang lebih kuat, dan pada akhirnya, dampak positif yang dialami oleh para murid, guru, dan masyarakat,” ucap Atip.

Dalam forum bertema “Research and Practice: Ways Toward an Inclusive, Equitable, and Sustainable Future” ini, Atip menjabarkan pentingnya menyatukan tiga pilar utama: riset (bukti ilmiah), kebijakan, dan praktik di lapangan. Menurutnya, kebijakan yang kuat wajib didasarkan pada data dan bukti yang sahih (evidence-based policy) agar implementasinya tepat sasaran.

Baca Juga:  MPLS Ramah di Santa Maria, Ribuan Siswa Ikuti Prosesi Tanam Pohon Serviam

Kemendikdasmen juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan di Asia Tenggara, mulai dari perubahan teknologi masif, pergeseran pasar kerja, tantangan lingkungan, hingga kesenjangan akses pendidikan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia menawarkan nilai luhur gotong royong sebagai fondasi kolaborasi multipihak yang melibatkan pendidik, keluarga, universitas, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini krusial demi memastikan kelompok rentan (vulnerable learners) tidak tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan berkualitas.

Baca Juga:  Unesa dan KONI Pusat Bedah Buku Sports Intelligence

Wamen Atip secara resmi menutup rangkaian SEAMEO CPRN Summit 2026 yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi awal dari kelanjutan perjalanan bersama dalam memperkuat kerja sama regional demi masa depan pendidikan Asia Tenggara yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Teks: Bagus
Editor: William