Dukung Literasi, SD Mudipat Launching dan Bedah 13 Buku Karya Siswa Guru

SURABAYA – Sebagai wujud nyata dalam mendukung gerakan literasi sekolah, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya menggelar acara launching dan bedah buku di Auditorium TMB pada Kamis (18/06). Dalam acara bertajuk “Spirit Berliterasi: Inspirasi dan Prestasi Tiada Henti” ini, sebanyak 13 buku karya siswa dan guru resmi diluncurkan.

Kepala SD Mudipat Surabaya, Ustaz Edy Susanto, M.Pd., menjelaskan bahwa peluncuran ini berawal dari komitmen sekolah dalam mewadahi bakat menulis dan membaca anak-anak. Setiap tahunnya pada bulan Desember, sekolah rutin mengadakan showcase literasi dan art performance.

Baca Juga:  Puncak Hardiknas di Jatim Pecahkan Rekor MURI, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat

“Berangkat dari kegiatan kita mendukung literasi anak-anak. Di kelas 3, ada kesepakatan agar anak-anak diminta menulis yang kemudian kumpulannya dijadikan buku. Wali kelas 4A juga memberikan motivasi serupa, hingga akhirnya terkumpul 10 buku karya anak-anak,” ujar Ustaz Edy saat diwawancarai di lokasi acara.

Tidak hanya murid, para guru juga turut menyumbangkan karya. Terdapat 3 buku dari tenaga pendidik, yaitu 1 buku karya Ustaz Sultan (guru Al-Islam Kemuhammadiyahan), 1 buku antologi karya Ustaz dan Ustaz Isabella, serta 1 buku antologi karya Ustaz Edy Susanto sendiri.

Baca Juga:  SD Mudipat Nobar Film Children of Heaven

Karya-karya yang dihasilkan oleh para siswa mencakup berbagai genre, mulai dari cerita pendek (cerpen), puisi, hingga pantun. Pihak sekolah sengaja membebaskan pemilihan genre agar anak-anak bisa mengeksplorasi kemampuan mereka tanpa batas.

Selama proses penulisan, para siswa mendapatkan pendampingan intensif dari wali kelas masing-masing setelah kepanitiaan melakukan koordinasi teknis. Ustaz Edy mengakui bahwa tantangan terbesar bagi siswa kelas 3 dan 4 adalah keterbatasan pilihan kata atau diksi. Oleh karena itu, kegiatan bedah buku ini juga difokuskan untuk mengevaluasi aspek tersebut.

Baca Juga:  SD Mudipat Kelola 11 Sapi dan 65 Kambing, Distribusikan 1.800 Kantong Daging hingga Luar Kota

“Kesulitan anak-anak biasanya di diksi karena usia mereka yang masih terbatas. Makanya hari ini kita bedah juga terkait diksi, imajinasi, dan sistematika penulisan, barangkali ada temuan anak yang diksinya sudah bagus,” tambahnya.

Menariknya, para siswa mampu menghasilkan karya secara mengalir tanpa adanya pelatihan khusus sebelumnya. Hal ini didorong oleh budaya membaca harian yang sudah diterapkan di SD Mudipat Surabaya, sehingga memicu rekam memori anak-anak untuk dituangkan ke dalam bentuk tulisan.

Teks & Foto: Bagus
Editor: Lilicya