SURABAYA – Gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mencatatkan total penjualan sebesar Rp177,21 miliar hingga 23 Agustus 2026. Capaian itu menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis di dalam maupun luar negeri.
Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara business matching pembiayaan tercatat Rp285 miliar atau naik 30,3% dibanding rata-rata tiga tahun terakhir.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan UMKM untuk meningkatkan kapasitas, inovasi, serta mendorong UMKM naik kelas.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Jumat (23/8/2026).
KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Sebanyak 560 UMKM berpartisipasi secara luring menampilkan produk wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda. Kegiatan ini juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lain.
UMKM Binaan BI Jawa Timur Torehkan Prestasi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur aktif mendorong UMKM binaan mengikuti KKI 2026. Dalam program Citra Nusa, dua UMKM binaan masuk 20 besar, yaitu Al-Warist Batik Aromatherapy dan Canting Wira. Canting Wira berhasil meraih Juara Harapan II. Al-Warist menghadirkan inovasi Batik Aromatherapy berbasis rempah, sementara Canting Wira mengembangkan teknik “Rainbow in the Shadow”.
Pada program Cangkir Barista, dua barista asal Jawa Timur, Hangga Dwi Prakarsa dan Rahmat Ramadhan, masuk 12 besar.
Melalui business matching 20–23 Agustus 2026, 9 UMKM binaan KPwBI Jatim mengikuti rangkaian. Sebanyak 5 UMKM menandatangani Letter of Intent dengan total komitmen transaksi Rp19,4 miliar.
Penjualan 7 UMKM Wastra dan Laras Nusantara juga meningkat signifikan. Produk ready to wear dari Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika membukukan penjualan Rp4,33 miliar. Angka itu naik 228% dibanding 2025 yang sebesar Rp1,34 miliar.
Selain itu, Batik Tuban Lockan tampil dalam Pagelaran Swarna Nusantara berkolaborasi dengan desainer nasional Danjyo Hiyoji.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mendorong UMKM melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta penguatan ekosistem berkelanjutan.
“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi,” pesan Aida.
Teks: Bagus
Editor: Lilicya


