Yayasan Al Kahfi Surabaya Gelar ESA 1, Bentuk Karakter Tangguh Pelajar

SURABAYA –  Yayasan Al Kahfi Cabang Surabaya menggelar pelatihan Emotional Spiritual Achievement (ESA) 1 di Aula Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan inj diikuti 61 pelajar dari SMAN 21, SMKN 2, SMKN 4, SMKN 7, SMKN 8, SMKN 10, dan SMK Pawiyatan Surabaya, serta 5 guru pendamping.

Ketua Al Kahfi Cabang Surabaya Endang Sukmayanto menjelaskan pelatihan ESA merupakan ikhtiar yayasan dalam menjawab persoalan moral remaja dan membentuk karakter tangguh yang Islami.

Baca Juga:  Unesa Dorong Wisudawan Ciptakan Lapangan Kerja

“Harapannya pelajar jadi tangguh sehingga mereka punya impian dan bisa mewujudkannya. Mereka tahu apa cita-citanya dan bagaimana cara meraihnya. Ini juga untuk membentuk karakter agar bisa berpikir rasional dalam menjawab tantangan zaman yang akan datang,” ujar Endang.

Hadir sebagai keynote speaker Sekretaris Umum MUI Surabaya Dr. KH. Moh. Imron Rosyadi, M.H.I. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya tujuan hidup yang terarah agar perilaku terkontrol.

Baca Juga:  Kemendukbangga Ubah Ukuran Kinerja PKB dari Angka ke Dampak

“Tujuan hidup harus tegak lurus sesuai tujuan Allah menciptakan kita, yaitu menghamba. Sehingga seluruh aktivitas kita harus memanifestasikan penghambaan kepada Allah. Jadikan Allah sebagai satu-satunya inspirasi,” tegasnya.

Menurut Imron, guru memiliki bentuk penghambaan dengan mengajar dan membentuk karakter peserta didik sesuai syariat Islam. Kesalehan individu dan sosial harus hadir bersamaan agar manusia selalu merasa bersama Allah.

Ia menyebut peserta ESA dinilai berhasil jika mampu mengamalkan ilmunya dan selalu merasakan kehadiran Allah dalam setiap perbuatan dengan menjadikan syariat sebagai filter.

Baca Juga:  PKKMB 2026, Rektor Unusa Tekankan Kerja Keras, Soft Skill, dan Adab

“Problem remaja adalah arus informasi yang tak terbendung seperti informasi maksiat di HP. Kita seringkali membuat dosa dalam kamar dan kadang tidak ada yang tahu. Pesannya yakni selalu berbuat baik. Kemudian selalu menimbang apa yang mau dilakukan. Kalau tidak ada manfaatnya, maka langsung ditinggalkan,” pungkasnya.

Teks: Bagus
Editor: William