JOMBANG – Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, akan membuka akses Kompleks Makam Gus Dur dan Masyayikh Pesantren selama 24 jam penuh selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, 26–30 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kedatangan muktamirin dan nahdliyin dari berbagai daerah yang hendak berziarah ke makam para masyayikh dan muassis Nahdlatul Ulama. Muktamar ke-35 NU sendiri akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng KH Achmad Roziqi mengatakan, pembukaan akses 24 jam dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada peserta muktamar.
“Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, kebijakan itu mempertimbangkan potensi gelombang besar peziarah dari berbagai wilayah selama muktamar berlangsung.
“Insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah. Tentu nanti akan ditata lebih detail terkait masuknya lewat mana dan seterusnya. Kemungkinan masuknya tetap lewat belakang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan, para peziarah akan diarahkan masuk melalui pintu belakang kompleks Pesantren Tebuireng. Pengaturan itu dilakukan agar aktivitas ziarah tetap tertib dan tidak mengganggu lingkungan sekitar serta permukiman warga.
Teks: Bagus
Editor: William


