Eri Cahyadi Hadiri Syawalan Lazismu Surabaya

Bulan Syawal menjadi satu momen bagi umat Islam untuk bersilaturrahim setelah berakhirnya bulan Ramadan. Selain acara halalbihalal, masyarakat mengenal sebuah tradisi berkumpul untuk melakukan silaturrahim di bulan Syawal yang dikenal dengan nama “Syawalan”.

Lazismu kota Surabaya sebagai salah satu lembaga zakat, infaq dan shadaqah yang dimiliki Muhammadiyah kota Surabaya tak ketinggalan ikut menyelenggarakan Syawalan yang bertempat di gedung At Tauhid Tower lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Ahad (5/5).

Acara silaturrahim Syawalan yang diselenggarakan oleh Lazismu Kota Surabaya kali ini dihadiri oleh para donatur yang setia memberikan donasi. Diperkirakan lebih dari 300 tamu dan undangan memenuhi aula yang berada di lantai 13 gedung rektorat UMSurabaya ini.

Acara kali ini menjadi semakin meriah dengan hadirnya Eri Cahyadi ST MT selaku Wali Kota Surabaya, di tengah-tengah acara.

Dalam sambutannya Eri mengapresiasi atas peran serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta Lazismu kota Surabaya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Surabaya yang membutuhkan.

Baca Juga:  Prabowo Sikat Beking Tambang Ilegal

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mengentaskan masalah kemiskinan di kota Surabaya itu tidak dapat dilakukan jika hanya melalui peran pemerintah saja, namun semua unsur yang ada harus terlibat di dalamnya.

“Sebuah kota itu tidak dibangun oleh pemimpinnya saja, tapi sebuah kota itu akan menjadi makmur kalau dibangun dengan aqidah agama yang kuat dan akhlakul karimah dari setiap hambanya Tuhan. Itulah yang hari ini terjadi di kota Surabaya, yang dikomandani oleh Lazismu Surabaya yang luar biasa. Maka siapapun pemimpinnya maka kekuatan kita itu adalah kekuatan kekeluargaan.” tutur Wali Kota yang mendapatkan penghargaan Kepala Daerah Peduli Stunting ini.

Eri juga menekankan pentingnya peran umat Islam yang ada di Surabaya untuk bersatu bahu membahu mengentaskan masalah kemiskinan. Menurutnya permasalahan kemiskinan di perkotaan ini akan bisa teratasi jika komunitas-komunitas yang ada bersatu dan sadar bahwa kemiskinan harus segera dituntaskan.

Baca Juga:  BI dan Muhammadiyah Kerja Sama Kuatkan Ekonomi Syariah

“Maka saya selalu tekankan bahwa jika kita umat islam ini bersatu dalam satu kekuatan maka tidak akan pernah ada kemiskinan di kota ini, di negara ini. Karena jika kekuatan umat islam ini sudah bersatu maka umat islam akan hadir kesadarannya untuk bersedekah. Saya juga tekankan pada jajaran pemerintah kota Surabaya, lek pingin uripmu enak (kalau mau hidupmu enak, red) jangan lupa berinfak dan shodaqoh,” ujar Eri Cahyadi.

Dalam acara kali ini Lazismu kota Surabaya memberikan penghargaan “Tokoh Wani Sedekah Inspiratif” kepada Eri Cahyadi sebagai bentuk apresiasi atas peran besar sosok satu ini dalam hal zakat, infaq, dan sedekah.

Bukti nyata inisiasi program zakat, infaq, dan sedekah dari Eri adalah pengumpulan zakat dari pegawai pemerintahan yang diambil dari total penghasilan bulanan yang diterima.

Baca Juga:  Mahasiswa Demo DPRD Jatim, Kibarkan Bendera One Piece

Penghasilan dari para pegawai pemerintahan ini dipotong secara otomatis sebesar 2,5 sampai 3 persen untuk membayar zakat.

Dalam penutup pidatonya, Eri juga menyatakan akan melibatkan Lazismu dalam program zakat, infaq, dan sedekah di semua wilayah kota Surabaya.

“Nantinya, In syaa Allah, Lazismu kota Surabaya akan saya gandengkan dengan data pemerintah kota Surabaya (terkait dengan data masyarakat) yang berhak menerima infaq, shodaqoh, dan zakat sehingga nanti sasarannya bisa tepat. Kami di kota Surabaya membentuk kampung madani, kampung peradaban, harapan kami orang yang mampu di kampung itu menyalurkan zakat, infaq, dan shodaqohnya tidak keluar dari kampung itu. Karena infaq, dan shodaqoh, zakat itu harus disalurkan ke orang yang terdekat,” tutup Eri mengakhiri pidatonya.

Penulis: Bagus, Editor: William

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *