Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 dan 2014-2019 menyatakan bahwa Board of Peace perlu dijalankan secara hati-hati dengan tujuan utama memberikan kemampuan sekaligus pengakuan kepada Palestina.
“Ya, tentu dijalankan dengan kehati-hatian kita semuanya, bahwa ujung dari keputusan itu harus memberikan suatu kemampuan dan juga pengakuan kepada Palestina,” katanya menghadiri Sidang Paripurna Majelis Akademik Senat PTN BH di Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Surabaya, pada Jumat (6/2).
Jusuf Kalla berharap, setiap keputusan yang diambil dalam Board of Peace tidak bersifat sepihak, melainkan berorientasi pada dampak nyata bagi posisi Palestina di tingkat internasional.
Ia menegaskan bahwa langkah Board of Peace harus tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Namun, keputusan yang dihasilkan menurutnya harus mampu memperkuat posisi Palestina.
Selain itu, ia juga berharap negara-negara Islam memiliki keteguhan dan manfaat nyata dalam upaya membantu Palestina.
“Mesti jalan, dan negara-negara islam juga harus mempunyai manfaat atau keteguhan untuk membantu Palestina,” ucapnya.
Seperti diketahui, Indonesia telah resmi bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Donald Trump Presiden Amerika Serikat pada akhir Januari yang lalu setelah keputusan itu diambil oleh Prabowo Subianto Presiden.
Setelah Prabowo Presiden memutuskan Indonesia bergabung dengan Board of Peace, Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) menjelaskan bahwa alasan Indonesia bergabung dengan Board of Peace merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, juga sebagai upaya untuk membantu tercapainya solusi dua negara dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Editor: William


