Memperingati Hari Pers Nasional 2024, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar Media Briefing bertajuk “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri” di Surabaya, Senin (9/2).
Pertemuan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengapresiasi peran media dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat.
Capaian Ekonomi Melampaui Nasional
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, mengungkapkan bahwa ekonomi Jawa Timur sepanjang tahun 2025 tumbuh impresif sebesar 5,33% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,93% (yoy).
“Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor. Dari sisi penawaran, sektor industri pengolahan, pertanian, serta akomodasi makan dan minum menjadi motor penggerak utama,” jelas Ibrahim. Ia juga menambahkan bahwa inflasi per Januari 2026 tetap terjaga rendah di angka 3,29% (yoy).
Stabilitas Perbankan dan Fiskal yang Tangguh
Senada dengan BI, Direktur OJK Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, melaporkan kinerja perbankan yang solid per Desember 2025. Penyaluran kredit mencapai Rp625,66 triliun (tumbuh 1,90%) dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun (tumbuh 3,50%). Rasio Non-Performing Loan (NPL) pun terjaga sehat di level 3,37%.
Dari sisi fiskal, Kepala Kanwil Kemenkeu Jatim, Saiful Islam, menyoroti peran APBN sebagai shock absorber. Belanja negara di Jawa Timur tumbuh kuat, didorong oleh Transfer Ke Daerah (TKD) serta program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat. “Realisasi pendapatan dari pajak, kepabeanan, dan PNBP pun berhasil melampaui target,” ungkapnya.
Perlindungan Nasabah dan Proyeksi 2026
Sementara itu, Kepala LPS II Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, memastikan keamanan simpanan masyarakat. Saat ini, LPS menjamin 99,97% dari total rekening nasabah di Bank Umum maupun BPR/BPRS di Jawa Timur.
Menutup kegiatan, keempat lembaga sepakat bahwa sinergi ini adalah kunci menghadapi tantangan global. Ekonomi Jawa Timur pada tahun 2026 diprakirakan tetap tumbuh stabil pada kisaran 4,9% — 5,7% (yoy) dengan inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
“Kami berkomitmen terus memperkuat transformasi kebijakan yang pro-growth demi mendukung Indonesia yang tangguh dan mandiri,” pungkas Ibrahim.
Editor: William


