Optimalkan Kapasitas Nasional, GAIKINDO Pastikan Industri Dalam Negeri Mampu Penuhi Kebutuhan Kendaraan Komersial

JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan kesiapan industri otomotif nasional dalam memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, khususnya jenis pick-up, untuk pasar domestik. Dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit per tahun dari 61 perusahaan anggota, GAIKINDO yakin ketergantungan pada impor dapat diminimalisir.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa kapasitas produksi khusus untuk kendaraan pick-up saat ini melebihi 400.000 unit per tahun. Namun, potensi besar ini diakui belum terpakai secara optimal.

“Anggota GAIKINDO dan industri pendukung di bawah GIAMM (Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor) memiliki kapasitas yang mumpuni. Kami hanya memerlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriteria spesifik yang dibutuhkan pasar dapat terpenuhi sepenuhnya,” ujar Putu menanggapi rencana impor kendaraan dari India.

Baca Juga:  Inflasi Januari 3,55 Persen, Tertinggi sejak 2023

Didukung TKDN Tinggi dan Jaringan Luas
Saat ini, tujuh manufaktur besar di Indonesia telah memproduksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah, yaitu:

• PT Suzuki Indomobil Motor

• PT Isuzu Astra Motor Indonesia

• PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor

• PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)

• PT Sokonindo Automobile (DFSK)

• PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

• PT Astra Daihatsu Motor

Baca Juga:  BMW Astra Used Car Surabaya Siapkan Program Rp100 Miliar dan Rp100 Juta untuk Pelanggan

Kendaraan yang diproduksi umumnya menggunakan penggerak 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang membanggakan, yakni di atas 40%. Selain unit kendaraan, kekuatan industri nasional juga terletak pada jaringan servis purna jual yang telah tersebar hingga ke pelosok tanah air. Untuk varian penggerak 4×4, GAIKINDO menyatakan sanggup memproduksinya dengan catatan adanya waktu persiapan produksi.

Menjaga Stabilitas Tenaga Kerja
Langkah mengoptimalkan produksi dalam negeri dipandang krusial mengingat kondisi pasar domestik yang sedang tertekan. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan mobil nasional masih tertahan di bawah angka 1 juta unit per tahun, meski kinerja ekspor tetap impresif dengan mengirimkan lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.

Baca Juga:  Aturan LPG 3 Kg Satu Harga Mulai Uji Coba

Dengan total 1,5 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidup di ekosistem industri otomotif, Putu menekankan pentingnya memberi kesempatan bagi industri lokal.

“Partisipasi industri nasional dalam memenuhi kebutuhan kendaraan komersial akan mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada sekaligus menghindari risiko pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan pasar dalam negeri,” tutupnya.

Editor: William