JAKARTA – inDrive berhasil mempertahankan posisinya sebagai aplikasi ride-hailing dengan jumlah unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut hingga tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru Sensor Tower, perusahaan juga mencatat pertumbuhan pengguna dua digit di pasar Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat terhadap model transparansi yang ditawarkan perusahaan.
“Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan bagi pengguna dan mitra pengemudi,” ujar Rio dalam keterangan tertulis, Senin (13/4).
Selain mempertahankan posisi di sektor ride-hailing, inDrive juga naik ke peringkat keempat sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh secara global dalam kategori travel. Hingga saat ini, aplikasi inDrive telah menembus angka 400 juta unduhan dan beroperasi di lebih dari 1.000 kota yang tersebar di 48 negara.
Keberhasilan ini didorong oleh model bisnis unik inDrive yang memungkinkan negosiasi harga langsung antara pengemudi dan penumpang. Strategi ini dinilai memberikan fleksibilitas dan keadilan harga yang lebih tinggi dibandingkan kompetitor.
Sepanjang tahun 2025, inDrive juga telah bertransformasi menjadi super app dengan memperluas fitur layanan. Selain transportasi, platform ini kini menyediakan layanan antar kota, kurir, pengantaran bahan pokok, hingga layanan keuangan.
Untuk mendukung pengalaman pengguna, inDrive mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analitik lanjutan guna memberikan estimasi waktu perjalanan yang lebih akurat dan layanan yang lebih personal. Di Indonesia, inDrive fokus memperkuat mobilitas yang fleksibel guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan kesejahteraan mitra pengemudi.
Editor: William


