Dosen Ilmu Komunikasi Unesa Latih Warga KWB Papoh Blitar Optimalkan Branding Digital

BLITARTim dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Wisata Budaya (KWB) Papoh, Sukosewu, Blitar, pada Jumat (24/4). Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan komunikasi digital dan strategi branding desa wisata.

Mengusung tema “Mengubah Potensi Menjadi Konten Berdaya Jual”, program ini menyasar penguatan promosi kekayaan lokal KWB Papoh yang selama ini belum tergarap optimal. Kawasan ini memiliki potensi beragam, mulai dari kuliner sayur kelingking, batik lokal, wisata rafting, hingga situs sejarah seperti Candi Kotes dan Situs Sukosewu.

Baca Juga:  Perkuat Riset Kesehatan Mental, Unesa Gandeng University of Newcastle Australia lewat Program Matchmaking LPDP

Puspita Sari Sukardani, salah satu pemateri, menekankan bahwa kunci utama promosi di era digital adalah konsistensi dan teknik storytelling. “Visual yang menarik dan cerita yang kuat sangat penting untuk membangun identitas kampung wisata agar dilirik wisatawan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Humas dan Informasi Publik Unesa, Vinda Maya Setianingrum, menjelaskan bahwa branding harus berangkat dari riset potensi lokal. Ia memandu warga mengidentifikasi daya tarik unggulan untuk dikemas menjadi konten promosi yang relevan.

Baca Juga:  Wamendikdasmen Blacklist Peserta Pengguna Joki UTBK di Unesa

Selain aspek kreatif, peserta juga dibekali kemampuan teknis penggunaan Google Bisnisku oleh Fitri Norhabiba untuk meningkatkan visibilitas desa di mesin pencari. Tak hanya itu, tim PKM juga memberikan pendampingan penyusunan proposal kerja sama guna menjaring mitra strategis melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai fasilitator lapangan. Keterlibatan mereka merupakan implementasi praktis dari mata kuliah Rekayasa Sosial.

Ketua penggiat KWB Papoh, Boimin, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap para pengelola wisata dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat. “Kami ingin tujuh potensi utama di KWB Papoh bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat melalui digital marketing yang tepat,” tuturnya.

Baca Juga:  Lolos SNBP 2026 di Unesa, Catat Jadwal Daftar Ulangnya

Sebagai langkah keberlanjutan, pihak desa dan Unesa sepakat menjalin kerja sama riset lanjutan untuk mengidentifikasi potensi unggulan serta pengembangan spot foto tematik yang selaras dengan karakter budaya setempat.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi Unesa, Anam Miftakhul Huda, bersama jajaran dosen lainnya, Danang Tandyonomanu dan Tsuroyya.

Editor: William