SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan sebagai Kanwil Kemenag Finalisasi Terbanyak pada ajang SPAN-PTKIN Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abdul Aziz, kepada Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, dalam rangkaian Sidang Kelulusan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) di Surabaya, Jumat (3/4) malam.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, serta jajaran Ketua Forum Rektor PTKIN.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja optimal Kanwil Kemenag Jatim dalam mendorong proses finalisasi pendaftaran peserta. Upaya tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan jumlah pendaftar yang tervalidasi tahun ini.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga satuan pendidikan dan madrasah.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama. Ini menjadi bukti komitmen kita dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke PTKIN,” ujar Bahtiar dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi kuat dalam melakukan sosialisasi, pendampingan, serta percepatan proses pendaftaran siswa. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kolaborasi.
Selain Jawa Timur, sejumlah wilayah juga menerima penghargaan dalam kategori berbeda, seperti DKI Jakarta (Kanwil Berkinerja Unggul), Kalimantan Selatan (Penggerak Satuan Pendidikan), Bengkulu (Penggerak Siswa dan Santri), dan DI Yogyakarta (Kanwil Responsif).
Melalui ajang ini, Kementerian Agama berharap seluruh Kanwil dapat terus berinovasi dalam mendukung keberhasilan penerimaan mahasiswa baru PTKIN secara nasional.
Editor: Lilicya


