SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat kompetensi calon guru melalui pendidikan karakter. Sebanyak 197 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mengikuti pembukaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) Gerakan Pramuka di Kampus C Unusa, Senin (27/7).
Dari jumlah tersebut, 163 peserta mengikuti KMD dan 34 peserta mengikuti KML. Kegiatan dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, dan Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA.
Rektor berharap kursus ini menambah bekal peserta dalam membangun karakter diri dan karakter anak didik saat menjadi pendidik.
“Di pundak kalian lah saya titipkan nama besar Unusa,” kata Rektor.
Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil menegaskan perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka memiliki tujuan sama, yaitu membentuk manusia Indonesia yang berilmu, berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi membangun manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara Pramuka membangun manusia melalui pengalaman, keteladanan, penanaman nilai, dan _learning by doing_. Keduanya bertemu untuk melahirkan manusia Indonesia yang utuh,” ujarnya.
Menurut Arum, nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki keterkaitan erat dengan Dasa Dharma Pramuka. Pendidikan memanusiakan manusia dan menumbuhkan karakter. Penelitian membentuk pribadi kritis, disiplin, dan inovatif. Pengabdian menjadi ruang pengamalan nilai kepramukaan.
“Ilmu yang tinggi kehilangan makna jika tidak bermanfaat bagi sesama. Tri Dharma memberi kerangka pengabdian intelektual, Dasa Dharma menjadi kompas moral. Ketika keduanya bertemu dalam diri guru, lahir pendidik yang cerdas akademik, kuat karakter, dan nyata pengabdiannya,” katanya.
Ia menilai KMD dan KML sangat relevan bagi mahasiswa PPG. Guru abad 21 tidak cukup menguasai materi, tetapi juga harus menjadi pendidik, pendamping, teladan, dan pembina di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“Jangan melihat kursus ini hanya sebagai jalan mendapat sertifikat. KMD dan KML adalah investasi kompetensi bagi pendidik,” tegasnya.
Arum juga mengajak peserta mewujudkan gerakan Pramuka Produktif yang menjawab kebutuhan masyarakat, seperti penguatan ketahanan pangan. Gugus depan di sekolah dan kampus dapat menjadi pusat pembelajaran dengan memanfaatkan lahan untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Selain itu, peserta didorong mempersiapkan Perkemahan Wirakarya 2026 melalui aksi pengabdian berdampak langsung, seperti renovasi rumah tidak layak huni, penghijauan, dan pengembangan kebun pangan bersama masyarakat.
“Ketika pramuka membantu memperbaiki rumah warga atau membangun kebun pangan, sesungguhnya ia sedang mengamalkan Dasa Dharma. Di situlah Tri Dharma bertemu Dasa Dharma dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Melalui KMD dan KML bagi mahasiswa PPG, Unusa menegaskan komitmen mencetak calon guru yang unggul akademik sekaligus memiliki kepemimpinan, karakter, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian. Bekal itu diharapkan menjadi fondasi lahirnya pendidik profesional yang mampu membentuk generasi muda berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Teks: Bagus
Editor: Lilicya


