OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Solid

Perekonomian Indonesia tahun 2026 di awali dengan harapan positif. Salah satunya di sektor perbankan nasional pada akhir 2025 dengan kondisi likuiditas yang solid dan tren suku bunga yang semakin ramah bagi dunia usaha.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan terus tumbuh tinggi hingga 12,03 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp9.899,07 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap sistem keuangan nasional.

Selain itu, tren penurunan suku bunga perbankan juga berlanjut, rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah turun 26 basis poin (bps) secara tahunan dan 4 bps secara bulanan (month to month/mtm) menjadi 8,97 persen pada November 2025.

Dari 9,23 persen pada November 2024 dan penurunan ini terutama didorong oleh turunnya suku bunga kredit produktif.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengungkapkan capaian tersebut merupakan salah satu hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK pada 24 Desember 2025 yang menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.

Baca Juga:  Pelindo Luncurkan Pelindo Creative Hub

“Stabilitas sektor jasa keuangan masih solid, didukung oleh likuiditas perbankan yang memadai, penurunan suku bunga kredit, serta kualitas aset yang terjaga,” terangnya, Minggu (11/1).

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, suku bunga Kredit Modal Kerja tercatat turun cukup signifikan, yakni 44 bps secara tahunan dan 6 bps secara bulanan menjadi 8,24 persen pada November 2025.

Kondisi ini diharapkan dapat mendorong ekspansi kredit ke sektor produktif dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

Dan dari sisi penghimpunan dana, rerata tertimbang suku bunga DPK rupiah juga menurun 29 bps (yoy) dan 8 bps (mtm) menjadi 2,77 persen. Penurunan terutama terjadi pada suku bunga deposito yang turun tajam sebesar 66 bps (yoy) dan 15 bps (mtm) menjadi 4,60 persen pada November 2025.

Baca Juga:  KPPU Lantik 394 ASN, Kuatkan Struktur Organisasi

OJK juga mencatat likuiditas industri perbankan berada pada level yang sangat memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 131,49 persen dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 29,67 persen, jauh di atas ambang batas masing-masing 50 persen dan 10 persen.

Adapun indikator ketahanan likuiditas lainnya juga menunjukkan kondisi yang kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 210,38 persen, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 83,99 persen, menandakan masih adanya ruang yang cukup besar bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit.

Dari sisi kualitas aset, risiko kredit tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross tercatat sebesar 2,21 persen, membaik dibandingkan bulan sebelumnya.

NPL net juga turun menjadi 0,86 persen. Sementara itu, Loan at Risk (LaR) tercatat menurun menjadi 9,22 persen. Ketahanan perbankan nasional juga tercermin dari permodalan yang kuat.

Baca Juga:  Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Layani 967 Ribu Lebih Pengguna

Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level tinggi sebesar 26,05 persen, memberikan bantalan yang cukup bagi perbankan untuk menghadapi potensi ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, OJK mencatat pertumbuhan kredit konsumsi berbasis digital melalui skema Buy Now Pay Later (BNPL) masih cukup tinggi. Per November 2025, porsi kredit BNPL perbankan mencapai 0,32 persen dari total kredit, dengan baki debet tumbuh 20,34 persen secara tahunan menjadi Rp26,20 triliun.

Untuk jumlah rekening BNPL tercatat mencapai 31,47 juta rekening, dengan rasio NPL gross sebesar 2,04 persen, menunjukkan risiko yang relatif terjaga meski pertumbuhannya agresif.

Dengan berbagai indikator tersebut, OJK menilai sektor perbankan nasional tetap berada dalam kondisi stabil dan resilien, sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlanjut.

Editor: William

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *