Gabungnya RI ke Board of Peace tak Berkaitan dengan Nego Tarif AS

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) tidak berkaitan dengan proses negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

“Enggak (tidak terkait negosiasi tarif),” respons Airlangga singkat saat ditanya apakah penandatanganan Board of Peace berkaitan dengan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:  PLN UIT JBM Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah di Gresik

Menurut Airlangga, Board of Peace menitikberatkan pada isu perdamaian global, sebagaimana dibahas dalam berbagai pertemuan internasional, termasuk di Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu.

“Kemarin waktu di Davos memang semua bicaranya masalah perdamaian dan juga terhadap perang yang ada, baik itu Ukraina maupun Gaza,” ujarnya.

Kendati demikian, Airlangga mengakui penandatanganan keikutsertaan RI ke dewan inisiasi Presiden AS Donald Trump pada 22 Januari lalu sempat memengaruhi penjadwalan sejumlah agenda, termasuk pertemuan lanjutan dengan AS.

Baca Juga:  BI Jatim Gelar Kompetisi Latte Art di JCFF 2026, Adu Kreatifitas Barista

“Ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan,” ujarnya.