Gabungnya RI ke Board of Peace tak Berkaitan dengan Nego Tarif AS

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) tidak berkaitan dengan proses negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Airlangga usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

“Enggak (tidak terkait negosiasi tarif),” respons Airlangga singkat saat ditanya apakah penandatanganan Board of Peace berkaitan dengan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Airlangga Dorong OJK-BEI Terbitkan Aturan Free Float

Menurut Airlangga, Board of Peace menitikberatkan pada isu perdamaian global, sebagaimana dibahas dalam berbagai pertemuan internasional, termasuk di Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu.

“Kemarin waktu di Davos memang semua bicaranya masalah perdamaian dan juga terhadap perang yang ada, baik itu Ukraina maupun Gaza,” ujarnya.

Kendati demikian, Airlangga mengakui penandatanganan keikutsertaan RI ke dewan inisiasi Presiden AS Donald Trump pada 22 Januari lalu sempat memengaruhi penjadwalan sejumlah agenda, termasuk pertemuan lanjutan dengan AS.

Baca Juga:  Inflasi Januari 3,55 Persen, Tertinggi sejak 2023

“Ini kan kemarin dinamika, kemarin ada penandatanganan Board of Peace dan sebagainya. Ini kan menggeser berbagai kegiatan,” ujarnya.