SURABAYA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Kota Surabaya menggelar kegiatan Baitul Arqom bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu (28/2) hingga Ahad (1/3), bertempat di Tower SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.
Mengusung tema “Aktualisasi Fungsi Sekolah Sebagai Lahan Dakwah dan Perkaderan”, Baitul Arqom ini diikuti oleh 486 peserta. Agenda ini bertujuan untuk membina ideologi keislaman serta menguatkan jiwa kepemimpinan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. Muhammad Ridwan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PCM Ngagel atas terselenggaranya pembekalan keilmuan bagi para guru dan karyawan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya persiapan diri menghadapi pertanggungjawaban di akhirat.
“Kaki anak Adam tidak akan bergeser sebelum ditanya empat hal: tentang umurnya untuk apa digunakan, jasadnya untuk apa, ilmunya apakah bermanfaat, serta hartanya digunakan untuk apa,” ujar Dr. Ridwan mengutip hadis sahih. Ia menekankan agar warga Muhammadiyah terus menuntut ilmu agama sebagai fondasi agar ibadah diterima oleh Allah SWT.
Sementara itu, salah satu peserta dari SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Aliyatus Zakiyah Darmawati, mengaku Baitul Arqom menjadi sarana untuk mendalami ideologi Muhammadiyah serta memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an melalui sesi tahsin dan thaharah.
“Materi yang kami dapatkan di sini akan disebarluaskan kepada peserta didik sebagai media dakwah. Harapannya, kami bisa menjadi uswah (teladan) baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat sekitar,” tegas Aliyatus.
Editor: Lilicya


