SURABAYA – Bank Indonesia (BI) kembali bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam meluncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Peresmian kegiatan ini ditandai dengan pelepasan Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 di Dermaga Koarmada II, Surabaya, Rabu (23/4/2026).
Program ERB merupakan langkah nyata kedua lembaga untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Pada tahun 2026, jangkauan ekspedisi diperluas menjadi 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menyatakan bahwa penyediaan Rupiah hingga pelosok negeri adalah amanat undang-undang sekaligus simbol kedaulatan negara. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan TNI AL untuk menembus tantangan geografis dan infrastruktur di wilayah perbatasan yang rawan penggunaan mata uang asing.
“BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa. TNI AL menjaga kedaulatan laut, sementara BI menjaga kedaulatan Rupiah,” ujar Ricky.
Sebagai pembuka rangkaian nasional, ERB di wilayah Jawa Timur akan berlangsung mulai 23 hingga 29 April 2026. Menggunakan KRI Makassar-590, tim ekspedisi dijadwalkan mengunjungi lima pulau, yakni Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala.
Selain layanan penukaran uang, ekspedisi ini juga membawa misi edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan gratis, bantuan sosial, serta program bela negara.
Tercatat sejak 2012 hingga 2025, program ini telah menjangkau 565 pulau. Prestasi ERB bahkan telah diakui dunia internasional melalui penghargaan di Annual Central Banking Award 2024 di Inggris karena dinilai sebagai inisiatif unik yang sulit direplikasi negara lain.
Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, pimpinan TNI AL, serta jajaran petinggi Bank Indonesia dan Forkopimda Jawa Timur. Melalui kolaborasi ini, BI berkomitmen terus memperkuat literasi dan layanan kas demi mendukung pembangunan Indonesia Maju hingga ke ujung nusantara.
Editor: William


