JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar harganya tetap terjangkau oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan di tengah lonjakan harga minyak yang sempat menembus US$100 per barel imbas perang Iran melawan AS dan Israel.
“BBM yang bersubsidi akan kita pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” ujar Prabowo saat menyampaikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih yang disiarkan secara daring melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4).
Di sisi lain, sambung Prabowo, masyarakat golongan mampu akan menanggung harga BBM sesuai harga pasar.
“Pada saatnya, orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal ya dia harus bayar harga pasar. Lo udah kaya minta subsidi lagi, ya enggak lah, yang kita bela rakyat miskin,” ujarnya.
Pada 1 April lalu, PT Pertamina (Persero) tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
“PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga (PPN) menegaskan bahwa tidak terdapat penyesuaian harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April 2026. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah terkait harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi,” ujar manajemen melalui unggahan Instagram Story akun @pertaminapatraniaga, Selasa (31/3).
Editor: William


